Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Bekerja Sama Dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam Pembentukan Tim Pengkajian Kerajaan Amabi dan Taebenu di Pulau Timor

Rapat koordinasi dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi untuk pembentukan tim pengkajian kerajaan-kerajaan lokal di Pulau Timor. kegiataan pengkajian ini dilakukan oleh bidang kesejarahan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. kegiatan pengkajian ini di koordinir oleh ibu Kabid Bidang kesejarahan dan kebudayaan. kegiatan ini merupakan bentuk implementasi perjanjian kerja anata Dinas Pendidikan dan kebudayaan dengan Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Undana

Program studi pendidikan sejarah bekerja sama dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Nusa tenggara Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang dalam kegiatan pengkajian sejarah kerajaan Taebenu dan Amabi. Menurut catatan sejarah kedua kerajaan tersebut bermigrasi dari Pulau Timor dan menetap di wilayah Kabupaten Kupang sehingga Tim pengkajian kedua kerajaan tersebut berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, melalui bidang kesejarahan dan kebudayaan untuk mencari jejak sejarah kedua kerajaan tersebut di wilayah Kabupaten Kupang.

Program Studi Pendidikan Sejarah juga berkolaborasi dengan dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soe untuk melakukan pengkajian sejarah kerajaan-kerajaan Amabi dan Taebenu. pengkajian ini dimulai dari Kabupaten Timor Tengah selatan,  Kabupaten Kupang dan Kota Kupang untuk mencari jejak sejarah kerajaan Amabi dan Taebenu. tujuan penelitian ini untuk mengkaji tentang sejarah kerajaan- kerajaan lokal di pulau Timor. penelusuran jejak kedua kerajaan Ini di mulai dari Kabupaten Timor Tengah Selatan karena cikal bakal munculnya kerajaan di pulau Timor berasala dari pedalaman pulau timor.

Pengkajian sejarah Kerajaan Taebenu dan Amabi di Mollo, sebelum mememulai wawancara untuk mendapatkan data pengkajian yang harus di lakukan di dalam lopo mutis. untuk masuk ke lopo mutis perlu ada ritual penyambutan untuk meminta petunjuk dan memohon izin kepada leluhur agar semua kegiatan pengkajian berjalan dengan baik. ritual penyambutan di mulai dari halaman dengan lopo mutis kemudian di lanjutkan kedalam Lopo dengan bebapa ritual yang tidak bisa didokumentasikan karena ada pantangan tertentu dalam ritual tersebut.

Tim pengkajian sejarah kerajaan Taebenu mengunjungi situs makam raja-raja Taebenu yang berada di Kelurahan Mantasi Kota Kupang.kawasan situs pemakaman raja-raja Taebenu awalnya merupakan Istana Raja Taebenu yang pertama kali setelah pindah dari Lelogama ke Kupang sehingga ketika kerajaannya di Pindahkan ke Baumata maka lokasi Sonaf/ istana dijadikan sebagai tempat pemakaman raja-raja Taebenu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *